Cadsoft Eagle Profesional 7.2.0 for Linux + (Working) Crack

Tag

, , , ,

Sebenarnya Cadsoft Eagle itu ada versi Light nya, tidak berbayar alias gratis. Cuman ya itu, ada limitation. Kalau untuk nyoba-nyoba, belajar, atau bikin module-module elektronik sederhana sih versi Light tersebut sudah lumayan cukup. Tapi kalau bikin mainboard / controller yang terus didevelop, maka butuh keleluasaan buat ngedesign nya. Jadi Eagle versi yang profesionalnya lebih disarankan.

Informasi dan harga untuk software cad ini bisa akses webnya langsung. Ada versi trial nya juga (selama 30 hari) sebelum memutuskan membeli.

http://www.cadsoftusa.com/

Posting ini hanya untuk orang-orang yang suka nyari crack-an software atau orang yang perlu software tersebut tapi gak punya duit, juga tahu resikonya… ^_^ (dunia – akhirat ya). Kalau nyari di Google dengan kata kunci “Cadsoft Eagle crack” sih banyak, dan hampir semua untuk OS Windows. Tapi untuk Linux susah banget. So, ini link torrent untuk download Eagle Profesional 7.2.0 untuk Linux. Torrent tersebut berisi 2 files. Yang pertama, file installernya, dan yang kedua file cracker nya.

https://piratebay.to/torrent/2243862/CadSoft%20Eagle%207.2.0%20Linux%20×86-x64/

CATATAN : Crack nya hanya bekerja di Ubuntu 14.04 ke atas. Jika pakai Ubuntu 12.04, silakan upgrade dulu.

[Solved] Nautilus Statusbar and Split Screen Alternative on Ubuntu 14.04

Tag

, , , ,

Lagi-lagi ada kekurangan yang lain yang ditemuin di Ubuntu 14.04. Ketika buka aplikasi Nautilus (File Browser), saya tidak menemukan statusbar yang biasanya ada di bagian paling bawah yang menginformasikan kapasitas hardisk, jumlah folder dan files, serta beberapa informasi lainnya. Biasanya kalau kita ingin copy-paste file/folder, dari satu partisi ke partisi lain, atau dari satu partisi ke flashdisk atau sebaliknya, kita bisa lihat ukuran file tersebut. Kalau file tersebut lebih besar dari sisa kapasitas destination media, maka kita bisa melakukan beberapa alternatif aksi, seperti menghapus file/folder yang tidak terpakai dan cukup besar, atau memformat media, dll.

Nah si Nautilus di Ubuntu 14.04 tidak menyediakan informasi penting itu. Selain itu, jika kita tekan F3 biasanya layar file browser bisa split jadi dua, ini berguna banget kalau mau copy/move. Lagi-lagi fitur ini dihilangkan juga di nautilus Ubuntu 14.04. Tapi jangan khawatir, yang menemukan masalah serupa dan perlu solusinya, mungkin alternatif file browser “NEMO” bisa cocok juga untuk kamu.

1. Buka Ubuntu Software Center

ubuntu software center

2. Ketikan nemo

3. Pilih Files(nemo) lalu klik install

4. Enjoy your Nemo file browser :)

nemo file browser

[Solved] Synaptic Touchpad Scroll Not Working on Ubuntu 14.04

Tag

, , , ,

Sudah lama sekali tidak update blog. Sudah bertahun-tahun rupanya blog ini ditinggalkan. Kali ini mau nulis yang ringan-ringan saja. Minggu kemarin Ubuntu 12.04 dengan sangat terpaksa saya upgrade ke 14.04. Ceritanya mau nyobain cracked Eagle untuk Ubuntu. Sudah dicoba di Ubuntu 12.04 namun tidak berhasil. Singkat cerita, terpikirlah untuk upgrade Ubuntunya. Dan alhamdulillah, tidak sia-sia. Cadsoft Eagle berhasil terinstall (juga cracked ^_^). Sayangnya di Ubuntu 14.04, synaptic touchpad tidak berfungsi maksimal. Devicenya terdetect, bisa di click, drag, and so on. Tapi tidak bisa scroll up/down di tepi touchpad. Padahal di Ubuntu 12.04, hal ini tidak terjadi.

Saya menggunakan laptop SONY VAIO VPC135FG. Setelah tanya paman Google, ternyata solusinya cukup gampang, tinggal install aja “Pointing Device” di Software Center. Dan tadaaaa… semua fungsi touchpad nya kembali normal. Kalau yang masih bingung, begini saya jabarin :

1. Buka “Ubuntu Software Center”

ubuntu software center

2. Ketikkan “Pointing Device” pada menu Search

pointing_device_install

3. Click “Pointing Device” dan klik install

4. Tunggu hingga selesai, lalu buka aplikasi “Pointing Device”

5. Masuk ke tab “Scrolling” dan set sesuai selera… :)

pointing device window

[Solved] Permision Denied saat Upload Arduino

Tag

, , ,

Kalau ada pesan error “permision denied” saat uploading dari IDE Arduino ke board Arduino, yang pesan lengkapnya adalah sebagai berikut :

java.io.IOException: Cannot run program “/home/insansains/arduino-0022/hardware/tools/avrdude”: java.io.IOException: error=13, Permission denied
at java.lang.ProcessBuilder.start(ProcessBuilder.java:475)
at java.lang.Runtime.exec(Runtime.java:610)
at java.lang.Runtime.exec(Runtime.java:483)
at processing.app.debug.Uploader.executeUploadCommand(Uploader.java:128)
at processing.app.debug.AvrdudeUploader.avrdude(AvrdudeUploader.java:192)
at processing.app.debug.AvrdudeUploader.uploadViaBootloader(AvrdudeUploader.java:86

)
at processing.app.debug.AvrdudeUploader.uploadUsingPreferences(AvrdudeUploader.java

:55)
at processing.app.Sketch.upload(Sketch.java:1498)
at processing.app.Sketch.exportApplet(Sketch.java:1465)
at processing.app.Sketch.exportApplet(Sketch.java:1420)
at processing.app.Editor$46.run(Editor.java:2219)
at java.lang.Thread.run(Thread.java:636)
Caused by: java.io.IOException: java.io.IOException: error=13, Permission denied
at java.lang.UNIXProcess.<init>(UNIXProcess.java:164)
at java.lang.ProcessImpl.start(ProcessImpl.java:81)
at java.lang.ProcessBuilder.start(ProcessBuilder.java:468)
… 11 more

Maka solusinya adalah cukup ketikkan perintah perikut pada terminal :

chmod a+wx /home/insansains/arduino-0022/hardware/tools/avrdude

Sumber : http://www.arduino.cc/cgi-bin/yabb2/YaBB.pl?num=1280144827

[Solved] Arduino Saya Kok Error Saat Mengcompile?

Tag

, , , , ,

Ini aneh, entah terjadi karena apa (saya kurang tahu persis), tiba-tiba IDE Arduino saya tidak bisa mengcompile sketch. Walah ini gawat, kalau mengcompile saja gak bisa, mana mungkin bisa meng-upload sketchnya ke board Arduino. Ya toh?

Tampilan error yang terlihat pada jendela informasi IDE Arduino adalah sebagai berikut :

In file included from /usr/lib/gcc/avr/4.5.3/../../../avr/include/util/delay.h:44:0,
           from /usr/lib/gcc/avr/4.5.3/../../../avr/include/avr/delay.h:37,
           from /home/matt/arduino-0022/hardware/arduino/cores/arduino/wiring_private.h:30,
           from /home/insansains/arduino-0022/hardware/arduino/cores/arduino/WInterrupts.c:34:
/usr/lib/gcc/avr/4.5.3/../../../avr/include/math.h:426:15: error: expected identifier or ‘(’ before ‘double’
/usr/lib/gcc/avr/4.5.3/../../../avr/include/math.h:426:15: error: expected ‘)’ before ‘>=’ token

Alhamdulillah, setelah searching nemulah link ini. Solusinya adalah dengan mengedit file arduino00xx/hardware/arduino/cores/arduino/wiring.h

Inget loh yah, file yang diedit wiring.h bukan extensi yang lain, apalagi file yang lain. Kemudian ganti perintah berikut :

#define round(x)     ((x)>=0?(long)((x)+0.5):(long)((x)-0.5))
menjadi :
// #define round(x)     ((x)>=0?(long)((x)+0.5):(long)((x)-0.5))

Cara Install JVM di Ubuntu 12.04

sudo add-apt-repository ppa:webupd8team/java
sudo apt-get update
sudo apt-get install oracle-java7-installer

Sebelumnya saya menambahkan jvm dari repository yang tidak sempurna, maka solusinya adalah menghapus paket yang lama terlebih dahulu.

sudo rm /var/lib/dpkg/info/oracle-java7-installer*
sudo apt-get purge oracle-java7-installer*
sudo rm /etc/apt/sources.list.d/*java*
sudo apt-get update
sudo add-apt-repository ppa:webupd8team/java
sudo apt-get update
sudo apt-get install oracle-java7-installer

[Solved] Chrome Error on XP : The application failed to initialize properly (0xc0000005)

Tag

, , , , , , ,

Hi… akhirnya saya menemukan sebuah cara agar Google Chrome dapat dijalankan di Windows XP tanpa harus mengubah properties Google Chrome, registry maupun mengubah permision file DLL.

If you in English, you can translate this post using Google Translate

Komputer yang saya gunakan adalah : HP TC4200 Tablet PC dengan processor Intel Centrino 1.73 GHz dan memory 1GB. Sedangkan OS yang terpasang yaitu Windows XP Tablet PC Edition 2005 Service Pack 3

Saya sebenarnya pengguna Linux terutama Ubuntu, namun karena tablet PC tipe ini tidak begitu mulus dijalankan di Ubuntu, dimana beberapa kali screennya crash. Oleh sebab itu, instalasi OS saya kembalikan ke Windows XP.

Singkat cerita, ketika OS berhasil saya install. Software pertama yang saya install adalah Google Chrome. Saya buka Internet Explorer kemudian buka google.com, dan mengikuti langkah-langkah instalasinya saat mendownload Chrome.

Setelah Chrome berhasil terinstall, akan terbuka halaman baru Google Chrome. Namun ternyata hal ini diikuti pesan error “The application failed to initialize properly (0xc0000005)”

Owccchhh… :(

Dengan Internet Explorer saya berusaha mencari cara agar hal ini bisa diatasi. Ternyata hal ini dialami pula oleh banyak pengguna Windows XP yang lain. Kebanyakan mereka merekomendasikan cara dengan

1. Mengubah properti Google Chrome,

yaitu dengan memberikan opsi tambahan “no-sandbox” Caranya dengan membuka shotcut icon pada Desktop. Memilih klik kanan >> properties. Kemudian menambahkan tulisan “–no-sandbox” di ujung target file. Baca lebih lanjut

[Solved] Printing From DOS To USB Dot Matrix Printer Without Any External Software

Tag

, , , , , , ,

Biasanya saya tidak menemui kesulitan ini ketika menggunakan Ubuntu. Everything works well. Ada aplikasi Fox Pro yang perlu saya jalankan di DOS. Di lingkungan Ubuntu, saya biasa menggunakan DosEmu (DOS Emulator) untuk menjalankannya. Untuk mencetak ke printer dot matrix, tinggal colok, mau konektor parallel, ataupun USB, tidak masalah.

Kali ini terpaksa harus balik lagi ke OS Windows. Tentu aplikasi foxpro bisa langsung jalan. Tapi justu malah terkendala soal printingnya. LX800 tidak mau merespon. Ini printer jadul, dengan tahun lahir beda satu tahun dengan kelahiran saya. Port bawaannya paralel. Dan komputer sekarang, jarang bahkan tidak lagi menyediakan port DB25 ini (apalagi notebook keluaran anyar). Solusinya adalah dengan menggunakan kabel konverter paralel to USB.

Di Linux, LX800 berjalan tidak ada masalah, lain ketika hari ini saya menggunakan Windows. Ketika program saya running, dan aplikasi nge-print berjalan, DOS malah hang (ini mah biasa, penyakitnya Windows).

Ini pasti ada masalah. Maka saya coba install driver Epson LX-800. Sukses printing test pagenya.. Horeeee… tapi kesenangan hanya berlangsung sesaat. Ketika program saya running lagi, dan aplikasi nge-print dijalankan, DOS kembali macet.

Kemudian, saya coba install driver Generic. Karena biasanya di Linux, teknik semacam ini bisa jadi solusi. Eit… ternyata gagal juga.

Saatnya bertanya sama tuan Google. Dan dia bilang, “saya harus punya software yang menjembatani antara DOS dengan USB printer”. Saya pun nyari tuh software. Dapetlah dua rekomendasi :

DOS2USB, dan
PrintFil

Eh, ternyata sodara-sodara, software-software tersebut berbayar. Malesssss….

Secara! (gaya anak ABG sekarag), saya pernah belajar sedikitnya mengenai interfacing komputer. Jadi pasti ada cara yang lebih simple dan tidak perlu menggunakan software external. Baca lebih lanjut

[Solved] Wifi HP TC4400 Gak Bisa Connect

Tag

, ,

Baru saja saya mendapatkan notebook HP TC4400. Bukan barang baru. Tapi lumayan. Keren. Sebuah tablet PC. Penampakkan Googlenya seperti berikut :

Sistem operasi yang terinstall (bawaannya) yaitu Windows XP Tablet. Oh.. harus kembali lagi ke Windows, padahal sudah bertahun-tahun melupakannya. Ok, but never mind. Semua hal, perangkat device berjalan normal, kecuali Wifi dan LAN. OMG…. Padahal dengan terkoneksi jaringan dan internet, justru barang elektronik semakin hidup… ^_^

Ini sedikit aneh. Saya cek di Device Manager. Semua device sudah terinstall drivernya. Kemudian saya coba telurusi satu per satu :

Baca lebih lanjut

Voice Recognition Control

Tag

, ,

Keisengan lainnya dari seorang Insan Sains… Entahlah dua bulan terakhir ini banyak keisengan yang saya lakukan. Yang namanya “iseng” tentu saja less manfaat, lebih banyak waste. Tapi mudah-mudahan tidak demikian dengan keisengan ini. Karena berhubungan dengan teknologi dan ilmu pengetahuan. Hehehehe… pembelaan bukan yah… Entahlah. Satu hal yang saya takutkan dalam perjalanan hidup ini adalah bertemu dengan masa-masa iseng yang benar-benar tidak manfaat.
Keisengan saya kali ini adalah meng-evolusi saklar lampu rumah, mumpung kali ini saya punya :
– Arduino Pro Mini
– Voice Recognition Module

Maka jadilah penerangan rumah dengan teknologi voice recognition. Berguna gitu ini percobaan? Nah, makanya saya sebut iseng. Karena mungkin penggunaan saklar mekanik justru lebih praktis bahkan pasti lebih ekonomis.

Tapi gak apa-apalah, namanya juga iseng. Kan keren punya rumah yang gak biasa. Kalau dulu pernah liat di TV film-film science fiction, “turn on the light” katanya. Terus lampunya nurut, nyala. Sekarang itu udah gak aneh lagi, rumah saya sudah bisa begitu. “Nyalakan lampu depan”, maka seketika itu pula lampu luar menyala. “Nyalakan lampu luar”, lampu yang lainnya pun nyala. “Hidupkan kipas”, kipas pun berputar. Bahkan sistemnya ngerti bahasa Sunda… haihai… :D

Mungkin ini bermanfaat juga bagi tuna netra. Siapa tahu di rumah sakit pasang sistem seperti ini. “Dimana kursi”, maka ada bunyi yang menuntun ke kursi tunggu. “Dimana majalah”, maka ada bunyi yang menunjukkan lokasi majalah. Eh lupa kan tuna-netra gak bisa liat yah… :D. Tapi anggap aja majalahnya udah versi braille… :D

Sementara pengantar dulu. Tutorial cara pembuatan dan source codenya insyaAllah menyusul.
Keep watching guys..

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.