Archive for the ‘MicroController’ Category
PWM : Pengatur Kecepatan Mobile Robot
Mengulang sedikit apa yang telah dibahas pada postingan sebelumnya, bahwa untuk menggerakkan sebuah mobile robot menggunakan motor DC, kita membutuhkan dua pengontrolan, yaitu :
1. Kontrol motor dua arah
2. Kontrol kecepatan
Setelah membahas bagaimana cara agar motor bisa berputar searah jarum jam dan pada kesempatan yang lain bisa pula sebaliknya (berlawanan arah jarum jam) dengan menggunakan H-Bridge driver. Sekarang tiba saatnya menjawab pertanyaan kedua, bagaimana agar kecepatan mobile robot tersebut bisa dikontrol.
Persis ketika kita melihat balapan motor. Si pembalap akan memacu gasnya sampai optimal ketika melewati track yang lurus, dan sedikit mengurangi kecepatannya untuk melakukan manuver ketika melewati lintasan yang berliku. Pasti terbayangkan, jika pada track yang lurus maupun berbelok kecepatannya selalu konstan, apalagi dengan kecepatan maximum? Tentu akan terpelanting.
Hal itu jika diaplikasikan pada robot balapan, seperti lomba robot line follower. Dan tentunya masih banyak aplikasi robot lain yang memerlukan pengontrolan kecepatan, seperti bagaimana untuk menjaga ketinggian pada flyer robot, menjaga keseimbangan, membelokkan robot dengan defferential wheel, menendang objek pada robot soccer dan lain sebagainya.
Itu keperluan itu, kita membutuhkan sebuah teknik yang disebut dengan Pulse Width Modulation (PWM). Baca entri selengkapnya »
H-Bridge Driver : Kontrol Arah Motor
Untuk aplikasi robot mobile, biasanya dapat digunakan beberapa aktuator. Salah satunya yang paling umum digunakan adalah motor listrik DC. Untuk aplikasi yang menggunakan motor listrik ini, kita hanya membutuhkan 2 manipulasi atau pengontrolan, yaitu Bagaimana Caranya :
1. agar motor bisa membuat robot bergerak maju dan mundur
2. agar kecepatan motor bisa diatur
Dua hal inilah yang akan menjadi fokus pembicaraan kita.
Untuk tulisan kali ini, kita akan menjawab kebutuhan pertama kita, yaitu menemukan cara agar sebuah motor dapat membuat robot bergerak maju dan pada kondisi yang lain bisa pula bergerak mundur.
Jawabannya adalah dengan menggunakan H-Bridge.
Apa sih H-Bridge itu?
Baca entri selengkapnya »
Design GUI Production Counter
Setelah sebelumnya memprogram Mikrokontroller untuk difungsikan sebagai counter. Sekarang saatnya membuat mengkomunikasikan uC tersebut dengan komputer melalui koneksi RS-232 dengan tentunya dengan tampilan GUI supaya lebih userfriendly. Untuk itu saya menggunakan software java (NETBEANS) dengan database MySQL. Dua perpaduan yang (menurut saya) sangat robust (apalagi under Linux). Mantabs..!!!
Langkah Pengerjaan :
1. Buat Project baru bernama prjProdCounter
Pilih File -> New Project.. Kemudian akan muncul wizard pembuatan project baru. Pilih Java pada kolom Categories, dan Java Application pada kolom Projects. Lanjutkan dengan meng-click tombol Next. Kemudian isi project name dengan prjProdCounter. Selesaikan wizard dengan meng-click tombol Finish.
Maka akan terdapat : Source Packages, Test Packages, Libraries, Test Libraries.
Counter untuk Tugas Kerja Praktek
Bulan kemarin sudah selesai mengajukan proposal Kerja Praktek. Duh.. paling males deh, padahal robot untuk Tugas Akhir saja belum selesai dibuat. Hah.. ya sudahlah, yang jelas tetap akan dibuat. So.. kemarin mikir-mikir, apa yach yang mau saya kerjain? Akhirnya beberapa hari yang lalu kepikiran juga untuk menyelesaikan tugas kantor untuk proyek Otomatisasi plus mengintegrasikan dengan software ERP (Enterprise Resource Program) yang sudah dibuat sebelumnya.
Rencana untuk Kerja Praktek, saya bakalan mengambil tema Microcontroller. Aplikasinya cuman sekedar counter yang menghitung jumlah barang yang diproduksi oleh masing-masing mesin. Counter dari uC tersebut akan bisa berkomunikasi dengan komputer via RS-232. Nah.. data counter tadi akan digunakan untuk masuk ke data program ERP sehingga bisa digunakan untuk banyak hal. Salah satunya yang bakalan saya sorot adalah untuk penghitungan bonus dari team/karyawan yang bekerja pada suatu mesin. Sehingga kedepan penghitungan bonus tidak lagi melihat arsip-arsip absensi plus data barang yang berhasil terproduksi. Cukup sekali pencet keluar deh tuh bonus team/orang yang dimaksud. Jelas dengan adanya data ini, dapat pula digunakan standar untuk meningkatkan Man Hour-nya ataupun Machine Hour-nya.
Ok.. gak banyak “cing-cong” ini program yang saya tulis di microcontroller-nya menggunakan Text Editor di Linux (Pico), dengan compilernya GCC (Linux). Baca entri selengkapnya »
Underwater ROV
Planning Project
Project Name : ROBATA (RObot Bawah Air u/ Tugas Akhir)
Estimasi waktu : 6 bulan
Waktu mulai : Februari 2008
Waktu selesai : Agustus 2008
Estimasi biaya : 1 – 1.5 juta
Abstrak
Saat ini robot bawah air banyak bermunculan, terlihat dari banyaknya industri maupun institusi yang mengembangkan robot bawah air ini. Mulai dari Underwater ROV (Remotely Operated Vehicle) sampai kepada AUV (Autonomous Underwater Vehicle). Robot-robot tersebut dibuat untuk beragam keperluan, seperti untuk kepentingan riset ilmiah, untuk tujuan komersil maupun untuk pertahanan militer. Program robot bawah air ini dimulai sejak tahun 1960 untuk keperluan explorasi bawah laut.
Baca entri selengkapnya »
Jangan sungkan untuk request ebook
assalamwrwb
saya org surabaya yg hijrah ke bdg tepatna dicisitu lama.skrg lg mendalami robotika. mas saya boleh minta copian tutorial robotika yg 500 megaan itu,cz klo donlot luama… bgt. minta alamat+kodeposna ya mas biar nanti takkirimin cd blanknya. btw skrg mas d bdg or dmn?? thanks ya..
wassalam…
emailku rizqinhood@gmail.com
InsanSains says : Dah saya konfirmasi ke alamat e-mailnya yach! Thx juga. Selamat mendalami robotika deh!
_____________________________________________________________________________
Assalamualaikum WrWb
Sebelumnya saya minta maaf karena akan merepotkan mas insan sains. Saya juga mengucapkan terima kasih karena mas memberikan alamat serta kode pos untuk bisa saya kirimin CD. Akhir-akhir ini saya memang lagi tergila-gila ama yang namanya robotika dan mekatronik. Jika mas nggak keberatan, Baca entri selengkapnya »
Setting AVR di Linux
Bagi pengguna Operating System Windows mungkin tidak menemukan masalah untuk mencari software-software yang bisa mendukung proyek-proyek mikrokontroler mereka. Tapi bagaimana dengan para pengguna Linux? Ugh.. sebuah tantang yang cukup berat bagi mereka. Disamping minimnya software-software yang mendukung proyek-proyek teknik, pada operating system open source ini pula para penggunanya memerlukan adaptasi yang lumayan keras. Setidaknya itulah yang saya alami.
Ok. Kali ini saya sharing saja bagaimana menginstall compiler dan downloader untuk mikrokontroler AVR yang paling saya sukai.
Note :
Saya menggunakan distro Ubuntu 7.04
dan komputer yang digunakan harus terhubung ke internet.
Compiler
sudo apt-get install gcc-avr
sudo apt-get install binutils-avr
sudo apt-get install avr-libc
sudo apt-get install gdb-avr
Downloader
sudo apt-get install uisp
Source : http://wiki.tkk.fi/display/EmbeddedSystems/AVR+development+tools+-+Installation+for+Linux
Untuk setting MakeFile-nya sudah saya post di posting-an sebelumnya.
MakeFile for AVR uC in Linux
Awal-awal pindah ke Linux, sempat bingung sebab pasti akan kesulitan dengan software-software yang biasa saya gunakan. Apalagi software-software engineering dan elektronik pasti jarang sekali. Ada sedikit pertanyaan di benak saya, “bisa gak mikrokontroler saya di program di Linux?”
Hah… akhirnya terselesaikan sudah. Sebenarnya saat ini sudah ada software IDE untuk membuat, meng-compile dan men-download program (high level programming, mis : C Language) ke mikrokontroler. Nama software tersebut, KontrollerLab. Tapi di posting kali ini, saya tidak akan membahas tentang software ini.
Saya biasa menggunakan AVR-GCC (AvrLib-C) dan semua paket-paket lain yang terkait untuk memprogram uC kesayangan saya (AVR). Saya tulis dalam bahasa C menggunakan pengolah teks PICO (sebenarnya bisa yang lain). Terakhir, saya edit template MakeFile untuk me-write program yang baru saja saya buat. Jreng…jreng…..! Mikrokontroller saya sudah terprogram… ^_^
Berikut template MakeFile yang saya gunakan :
Baca entri selengkapnya »
Mini Line Follower
Source from : http://elm-chan.org/works/ltc/report.html
Robot line follower termasuk kedalam kategori robot autonomous yang bergerak dengan mengikuti garis yang ada di permukaan. Prinsip kerja robot Line Follower dapat dideskripsikan sbb :
Pertama
Dapatkan posisi garis melalui sensor yang diletakkan di bagian depan bawah robot. Sensor yang dipakai biasanya photo reflector, yang dipasang dua atau lebih dibagian depan bawah robot Line Follower. Ada juga yang menggunakan kamera (atau image sensor) agar resolusi pembacaan garis lebih tinggi, sehingga menjadikan gerakan robot lebih akurat.
Baca entri selengkapnya »
DT-COMBO AVR-51
Setelah searching-searching, kemudian menimbang-nimbang modul praktek mikrokontroler yang cocok, akhirnya pilihan saya jatuh pada DT-COMBO AVR-51 Starter Kit
Alasan mengapa saya memilih modul development tool ini adalah :
Baca entri selengkapnya »

