Untuk aplikasi robot mobile, biasanya dapat digunakan beberapa aktuator. Salah satunya yang paling umum digunakan adalah motor listrik DC. Untuk aplikasi yang menggunakan motor listrik ini, kita hanya membutuhkan 2 manipulasi atau pengontrolan, yaitu Bagaimana Caranya :
1. agar motor bisa membuat robot bergerak maju dan mundur
2. agar kecepatan motor bisa diatur
Dua hal inilah yang akan menjadi fokus pembicaraan kita.
Untuk tulisan kali ini, kita akan menjawab kebutuhan pertama kita, yaitu menemukan cara agar sebuah motor dapat membuat robot bergerak maju dan pada kondisi yang lain bisa pula bergerak mundur.
Jawabannya adalah dengan menggunakan H-Bridge.
Apa sih H-Bridge itu?
H-Bridge atau yang diterjemahkan secara kasar sebagai “Jembatan H”, adalah sebuah rangkaian dimana motor menjadi titik tengahnya dengan dua jalur yang bisa dibuka tutup untuk melewatkan arus pada motor tersebut, persis seperti huruf “H” (dengan motor berada pada garis horizontal).
Dua terminal motor a dan b dikontrol oleh 4 saklar (1 s/d 4). Ketika saklar satu dan dua diaktifkan (saklar 3 dan 4 dalam keadaan off), maka terminal motor a akan mendapatkan tegangan (+) dan terminal b akan terhubung ke ground (-), hal ini menyebabkan motor bergerak maju (atau searah jarum jam)
Sedangkan sebaliknya, bila saklar 1 dan 2 dalam keadaan off, saklar 3 dan 4 dalam keadaan aktif, maka terminal a akan terhubung ke ground (-) dan terminal b akan mendapatkan tegangan (+), dan tentunya hal ini dapat menyebabkan motor berubah arah putarnya, menjadi bergerak mundur (atau berlawanan dengan arah jarum jam)
Untuk mengimplementasikan H-Bridge ini, tidak bisa langsung dihuhubungkan ke output yang diambil dari pin I/O mikrokontroler. Sebab output dari mikrokontroler hanya mempunyai daya yang sangat kecil. Sedangkan untuk motor sendiri, kadang-kadang membutuhkan daya yang tidak kecil (misalnya 200 mA, 1 A atau bahkan lebih). Jika kita memaksakan menghubungkan output digital dari mikrokontroler langsung ke motor, bisa jadi merusak mikrokontroler itu sendiri.
Untuk itu kita membutuhkan sebuah rangkaian penguat yang dapat dikontrol dari input digital. Dan tentunya chip (IC) yang mengakomodasi keperluan ini telah ada. H-Bridge driver. Salah satu tipenya kita bisa menggunakan L293D (untuk meng-handle arus rata-rata 600 mA) atau LMD18200 (untuk meng-handle arus 3A, tegangan sampai 55V).
Arsitektur dari half H-Bridge ini sebenarnya terdiri dari 2 amplifier, seperti terlihat pada gambar:
Untuk membuat motor berhenti ada 2 cara :
1.memberikan logic yang sama pada x dan y
2.tidak memberikan speed (speed = 0)
Sumber :
Embedded Robotics – Thomas Braunl




winarti said:
great….i agree with your idea.
a lah kayak yang bisa bahasa inggris aja. tapi yang jelas aku salut terhadap inovasimu ini.membantu sekali untuk belajarrr….
semangat selamat bekerja…
__________________________________________________________________
InsanSains says : ^_^ Thanks..!
Btw.. saya cuman sekedar ngerangkum apa yang sudah saya baca dan praktekkan. Jadi kurang tepat kalo di sebut “inovasimu”..!! karena saya gak ada hubungannya… ^_^
Yuk… selamat belajar dan bekerja
DIDI said:
waaaah,bagus ya penjelasannya mas..
tapi saya bgg ni,kalo buat LF apakah 1 motor harus 1driver???
karena saya pernah pake L298 utk 2mtr dc ketika mundur pelan sekali..
ridwan said:
cuy,, penjelasanya keren juga.lumayan wat belajar kita2 yang masih butuh ilmu pengetahuan.thanks…..
TheLuckyMouse said:
Apakah kontrol speed bisa juga dilakukan oleh rangkaian H-bridge ini?
Jika ya bagaimana caranya, karena saya tidak melihat hal itu dijelaskan dalam penjelasan diatas. Terima Kasih.
Ardona Kurniawan said:
menurut saya penggunaan 2 buah motor untuk mengatur proses membelok tidaklah efisien, sekedar untuk info saja, semua kendaraan umumnya menggunakan 1 penggerak untuk maju dan mundur, dan menggunakan system steering untuk berputar dan membelok, kenapa robot line follower tidak menggunakan hal yang sama, kita tinggal comot dari servo mobil remote control, tinggal kasih pulse input, selesai sudah untuk system steeringnya, motor yg satunya khusus untuk maju dan mundur. selebihnya sama, mungkin perlu tambahan time delay aja kalo ketemu persimpangan jalan ato jalan putus2.
salam
semoga selalu sukses
Ardona
jogja
eko said:
penjelasan yg disampaikan sangat jelas, terima kasih bwt semuanya.thanks
Andi said:
Maaf, ini Pramana, ya. Boleh kontak saya, segera?
rosi_ae said:
mathur thanks kang..,,
aku tak ikut blajar yach….
kayaknya mantab dech..
thankyuuuuu,,hehe
fakhri said:
saya setuju dengan pendapat mas ardona…
kenapa robot line follower kkebanyakan system steering-nya menggunakan kontrol speed dari kedua motor penggerak??
mungkin kalau menggunakan 1 motor penggerak dan 1 motor sebagai system steering bisa menurunkan biaya pembuatan ..toh butuh motor yang speed tinggi-nya jadi hanya 1 saja..dan pakai motor yang biasa saja untuk steering..
saya sedang ingin mencoba membuat robot line followerseperti itu..mungkin mas ardona bisa membantu??
heehehe
ravi said:
kalo mengubah2 arah dengan menggunakan PWM bagaimana caranya?
Iswanto said:
untuk mengatur kecepatan motor pakai apa?
Bizar said:
Mas halamannya bisa ditambahkan dengan skema skema pemanfaatannya tidak,,
kalau ada pasti halamannya semakin bagus,
Thx