^_^ Mengukur Kualitas Air
Saya cukup banyak bergabung dengan beberapa situs komunitas. Mulai dari yang membahas sains, matematika, puzzle, islami, penulis, sampai ke situs suara konsumen. Inspirasi pertama untuk tugas akhir saya datang dari salah satu situs komunitas, www.pintunet.com. Sekilas tentang situs ini, pintunet adalah situs suara konsumen yang menceritakan pengalaman pribadinya terhadap suatu produk. Tiap member yang mensubmit opininya tentang suatu produk akan diberikan sedikit imbalan balik ke rekeningnya. Lumayanlah, walaupun imbalannya gak bakalan bisa beli mobil, tapi kalau untuk ntraktir teman-temen kantor lebih dari cukuplah. Apalagi kalau kita produktif mensubmit opini.
Selain opini-opini tentang suatu produk, tiap member pun bisa mensubmit tulisan-tulisan bebasnya. Saat itu, pembahasan yang cukup menarik adalah tentang manfaat air. Beberapa member disana, hebat-hebat, bahkan sampai ada member yang bisa mengukur kualitas sebuah air. Saya pun kemudian menjadi cukup akrab dengan mereka. Bahkan saya minta diajarin cara membuat alat untuk mengetahui kualitas air. Prinsipnya sederhana saja, panaskanlah (maksudnya diberi aliran listrik) dua elektroda berbeda bahan yang dicelupkan ke dalam air yang akan di uji. Maka setelah beberapa menit, maka air yang berkualitas baik akan tetap bening, sedangkan yang berkualitas jelek akan muncul lumut-lumut coklat (Igh…! pokoknya jijik deh kalau lihat..!)
Terus..! mulai kepikiran bagaimana agar hasil pengukuran tersebut bisa ditampilkan dalam bentuk angka. Wah.. sebuah tantangan. Akhirnya saya pun mencari beberapa informasi dengan bantuan “paman google dan om wikipedia”. Dua minggu lebih, stagnant. Tidak ada informasi yang cukup membantu untuk membuat alat pengukur kualitas air tersebut. Namun setidaknya, saya menemukan situs yang menjual alat pengukur kualitas air tersebut. Ternyata untuk mengukur kualitas air itu ada beberapa jenis, salah satunya adalah TDS meter, alat untuk mengukur kandungan zat terlarut dalam air. Dokumentasi untuk TDS ini, cukup lengkap juga di bukunya om Wiki (silahkan searching..!). Oia.. harga untuk TDS meter ini gak terlalu mahal kok, mulai dari 180 ribu – 300 ribu. Yang lebih mahal juga ada, tapi gak tertarik sama yang mahal-mahal ah…!
But… sekitar 2 bulan yang lalu, akhirnya saya menemukan design circuitnya. Wow… amazing…! Paman google memang hebat. Saya cari dengan kata kunci “TDS meter” circuit, dan akhirnya setelah melihat beberapa link situs, ada satu link situs yang cukup menarik. www.octiva.net/projects/ppm/
Wuiss…! sepintas, rangkaiannya tidak terlalu rumit. Tapi yang membuat saya masih bingung bagaimana cara mengkalibrasikan alat tersebut, agar hasilnya akurat dan presisi.
Sudah dulu yach…! Nanti untuk dokumentasi TDS meter ini menyusul di posting-an selanjutnya.
Bisa nggak TDS ini dipakai untuk mengukur air mata, air mata buaya, atau air mata kosasih?
djunaedird
Desember 1, 2007 at 10:07 am
^_^ Wah, sebuah ide yang bagus tuh. Mengukur tingkat emosi pada air mata…!! he..he… Terima kasih sudah berkunjung disini pak Djun.
insansains
Desember 3, 2007 at 1:47 pm
saya mengucapkan terima kasih banyak untuk yg nulis artikel ini. saya adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan tugas akhir dengan judul tds meter. artikel ini telah sangat membantu saya dalam pencarian referensi, terutama dengan situs yang diberikan, dapat membantu saya dalam pembuatan pengerjaan tugas akhir saya….
ana
Januari 2, 2008 at 1:50 pm
^_^ to Ana : Selamat menyelesaikan Tugas Akhirnya….!
Sukses yach…! Jangan lupa kalau mau nambahin atau mengoreksi tulisan saya jangan sungkan-sungkan yach. Coz saya juga masih belajar (not expert).
TQ
insansains
Januari 3, 2008 at 3:34 am